Feed on
Posts
comments

Bapak Tua dalam Bis …

Sosok berbadan besar itu tiba tiba memaksa supir bis kami untuk menghentikan kendaran. Keinginan sang supir untuk meminggirkan kendaraannya tersebut ditepis dengan kenekatannya untuk turun ditengah jalan. Dengan gerakan yang menggetarkan badan bis , dia turun dengan susah payahnya. Mataku tak lepas dari memandang setiap gerakannya hingga kaki nya berhasil menapak di jalan beraspal dan tangannya mengayun mencoba menghentikan kendaraan yang lalu lalang disekitarnya. Bunyi klakson dari kendaraan yang semula lancar hingga menjadi terhambat karena nya seolah tak didengarnya, dengan perlahan, langkah satu satu membawa tubuh besarnya ke trotoar dan dia mulai menarik nafas dan kembali menapak jalan itu untuk melanjutkan perjalananya.

Mataku masih tak beralih darinya, kernyitan dahiku yang semula keras dengan ketidaksukaanku dengan perilakunya selama ini perlahan melunak dan berganti dengan kemelut dihati dan kepalaku mempertanyakan siapa dia sesungguhnya.

Sudah hampir 3 tahun Bapak tua ini bergabung dengan bis jemputan karyawan kami. Dan selama ini belum aku temui kesan yang baik terhadapnya dari semua anggota bis karyawan terhadap dia. Tingkahnya selama ini memang sering membuat kami kesal , dengan kebiasaannya merubah channel TV untuk melihat siaran yang dia sukai tanpa peduli keinginan orang lain, kebiasannya untuk menelepon sepanjang perjalanan dengan suara yang sangat keras sehingga sangat mengganggu kami yang ingin memanfaatkan waktu perjalanan dengan memejamkan mata , atau kalaupun dia tidur makan lelapnya diiringi dengan dengkuran keras yang juga sangat mengganggu kami, kebiasannya yang suka masang radio tanpa headset sehingga kembali mengganggu kami, ataupun dengan kebiasaanya yang sering bersendawa dan berbagai macam tingkah yang sungguh sangat mengganggu kami.

Namun dengan dalih ketidak – enakan, maka tak ada satupun yang berani menegurnya dan hanya berusaha memaklumi segala tindakannya, sehingga ya dia nyaman dengan segala kelakuannya dan kamipun terus menggerundel dengan ketidakpahamannya.

Semula aku tidak begitu peduli dengan apapun tentangnya, ya kecuali akupun kesal dengan prilakunya dan hanya bisa beristighfar semoga aku bisa tidur dengan segala kebisingan yang dibuatnya. Namun seperti saat ini ada satu sisi yang membuatku berpikir tentangnya..he’s just an old man and he’s someone lovers.

Dengan usia yang sudah tidak muda lagi,

Dengan tubuh besarnya yang kadang membuatnya tersengal saat berjalan,

Dengan tas butut yang disampirkan di pundaknya

Dia mencoba tegar , dia mencoba bertahan , dia mencoba hidup

Dia adalah imam dari keluarganya

Dia adalah seorang yang seharus nya sudah bisa menikmati masa tuanya

Dia adalah seorang yang seharusnya sudah dirumah saja menemani istri tercintanya

Dia adalah seorang yang seharusnya bisa tertawa lepas melihat tingkah cucunya,

Namun kehendak berkata lain,

Dia adalah imam bagi keluarganya

Dia masih harus menafkahi anak istrinya

Dia masih harus membesarkan anak anaknya

Dia masih harus menjual dirinya agar dapat berharga

Dia masih harus bertanggung atas segalanya

Tubuh besarnya seharusnya sudah bisa bersender di kursi malas

Sambil merubah channel TV semaunya ditemani teh hangat dan pisang goreng istri tercinta

Lelahnya seharusnya sudah terobati dengan usapan lembut dari putra putri dan cucunya

Waktu senggangnya seharusnya bisa dimanfaatkan dengan mendengar berita di radio dengan volume semaunya tanpa mengganggu orang lain

Ya seharusnya dia sudah bisa bersantai….

Tubuh besar itu hilang dari pandangan mataku, berdesakan di keramaian orang yang menunggu bis TransJakarta menuju Kampung Melayu, setengah sadar aku bertanya pada supir Bis, ‘mau kemana dia pa, kok brenti di sini dan tidak melanjutkan perjalanan ? ‘. ‘Oh dia mau ngajar ,cari tambahan katanya, biasanya baru selesai sampai jam 10 malam’.

Tanpa terasa ujung mataku sudah mengambang butiran air.

Subhanallah…. Perjuangan seorang imam …

Disini kami membencinya dengan segala tingkah lakunya

Disini kami menggunjingnya dengan segala kekurangannya

Namun disana …

Ada beberapa wajah yang menunggu kepulangannya

Ada beberapa jiwa yang mendoakan tiap langkahnya

Ada beberapa nyawa yang butuh hasil keringatnya

Ada beberapa nafas yang mencintainya…..

Betapa buruknya kami ..

Hanya menilai dari kekurangan seseorang ..

No body perfect …

Hari itu tlah merubah cara ku memandang semuanya

Seorang Bapak..

Seorang pemimpin ..

Dengan perjuangannya

Dengan kekurangannya

Dia memiliki orang yang mencintainya

Dia memiliki cara untuk mencinta ….

Bapak Tua .. sampaikan salam ku untuk orang orang yang mencintaimu

Semoga ibadahmu mendapat berkah ALLAH

Maafkan aku, maafkan kami ..

Cape Banget

Belanja ke TA karena dah dapet bonus…

Seneng2 dapet yang dicari, baju koko anak2 …

eh pas di kantor, liat2 eh ternyata ada yang kurang 1

terpaksa deh balik lagi

whuiiii cape banget,

demi anak2 .. gue lakonin dahhhhhh

Tampilan Baru ..

Selama ini ngeblog paling rajin di Multiply, karena emang rasanya lebih nyaman disana, ga perlu bolak balik menu, udah langsung bisa kontrol posting, reply, comen di satu layar.

Dah lama juga ga ngeblog di FS, karena emang rada ribet dan kurang nyaman aja.

Tapi kayaknya ada tampilan baru nih blog FS, nyoba nyoba deh, ada beberapa perkembangan di menunya, cuma masih kurang nyaman jg sih menurut aku untuk posting dan edit formatnya.

Banyak menu yang kurang bisa aku ngerti dan ribet banget.

Tapi gpp lah.. nanti juga terbiasa, toh ini ga urgen banget, kalo mood nya lagi bosen di MP, yaa kesini aje :D

Psssstttttt
…. Bang Ican udah ga ngompol lagi loohhhh …. hebat khan….  Ga tau
deh, sejak sembuh dari luka khitannya , Bang Ican jadi bisa lebih
mengontrol waktu pipisnya. Kalo siang sih emang dari sebelum khitan dia
juga dah bisa pis di kamar mandi sendiri, tapi kalo malem selalu pake
diapers… lumayan berat juga kan biaya diapers .

Nah
abis di khitan kan dia ga mungkin pake diapers, secara masih pedih , ya
udah didiamin aja … eh lama lama setelah luka nya sembuh, ditawarin
pake diapers sebelum bobo dia tetap nolak. Alhasil hari2 awal , aku
kudu bangun buat liat kondisi nya, apa mau pipis apa ga , eh ternyata
sampe subuh pun aman… kasur mulus tanpa noda… kekekekek….
.

Nah
sekarang tiap malam dia bisa terbangun sendiri, trus teriak teriak dan
lonjak2 , ciri khas nya dia kalo mau pipis… dah liat gayanya gitu,
aku langsung ajak dia ke kamar mandi dan syuuuurrrr….. dia nyengir
dan meluk aku “udah bun … dah ga sakit kok, udah keren kan …”

.. heheheh… sempet2an komentar ttg hasil khitanannya, padahal kondisi
matanya ngantuk berat …  good boy .. Bagoeeeesssss…..

Lumayanlah…
dana diapers bisa dimanfaatin buat tabungan pendidikannya … hehehe…
*promosi mode on* .. dan bisa mengamankan lingkungan dari global
warming toh… (nyambung2in).

Trusssss….. ada lagi yang berubah dari dia after khitan… Dia dah ga mau dipanggil bang Ican lagi, tapi maunya bang IHSAN …..
ga tau dari mana asal muasalnya, tapi kata bapaknya, dia pernah ngobrol
dan bilang , aku udah gede, jadi bukan Ican lagi, tapi IHSAN … hmmmmm
yo wes lah, yang penting dia nyaman dengan apapun panggilannya.

Secara
kasat mata, ada perubahan yang aku lihat dari dia, ga tau deh apa ini
perasaanku aja sebagai ibunya, atau gimana, tapi ya memang ada
perubahan, dia terlihat lebih gede lah .. dari wajahnya, badannya, ya
beda aja….

Tapi,
kalo tingkahnya mah ga ada bedanya, tetap ngerasa anak bontot (kata
bapaknya bontot ga jadi) , dan selalu rebutan ama Fadhl untuk meluk
aku, tetap teriak2 dan ngambek kalo susunya rasanya beda (ditambahin
UHT deng … hehheeh), tetap mau tidur di kasur yg ga di seprei-in, dan
tetap susah kalo diajak makan … arrggghhhhh..

Disatu waktu, aku dengar pembicaraan mas Ghi ama Ican ..
“Mas… sekarang punya ican udah sama ya kayak mas”
“Iya bang … keren kan..”
“betul mas… Kereeennnn… canggihhhhh…”

dan
pembicaraan itu aku dengar saat mereka di kamar mandi, adu kompetisi
jauh2an pipis… (oooppssss… sorry… jorok ya… , abisan lucu aja)

Stock
ASI di kulkas dah makin menipis…. Wahhhh lumayan deg-deg an nih, apa
mungkin bisa nguber stok lagi …? Hari ini sih masih bisa tenang buat 2
hari kedepan.. tapi kalo liat supply dan demand sih masih pincang ..
huaaaaaaa….. 

 

 

Semua
ini emang berawal dari ke PD – an dan sedikit ketakaburan aku karena
ngeliat stok ASI saat Fadhl lulus ASIX masih ada sekitar 25 botol @ 120
ml plus 10 botol @ 200 ml. Saat itu kepikiran, wah kayaknya aku kudu
sedikit ngerem dalam memerah ASI nih, daripada stok kebanyakan dan
akhirnya susah manage-nya, apalagi Fadhl sekarang dah mulai MPASI yang
seharusnya kan sedikit menurunkan konsumsi ASI-nya , walau memang ASI
tetap sebagai makanan utamanya.

 

 

 

Saat
yang bersamaan juga adalah libur panjang yang membuat susahnya aku
untuk memerah ASI karena kebanyakan Fadhl maunya langsung minum dari
aku. Dilain pihak , ada beberapa kepentingan yang mengharuskan aku
meninggalkan Fadhl di rumah sehingga Fadhl akhirnya harus mengkonsumsi
ASIP , jadi yang jelas ASIP yang diminum tidak diiringi dengan hasil
perahanku.

 

 

 

Hal
lainnya adalah karena Maisaan yang abis di khitan dan sangat butuh aku
untuk lebih memperhatikannya, ya maklum dehhh , dia makin rewel dan ga
mau jauh dari aku. Hasilnya ya sama aja, Fadhl dapet susu ASIP
sedangkan aku ga ada kesempatan buat memerah.

 

 

 

Trus…
ternyata dengan mulainya MPASI, konsumsi ASI-nya tidak berubah… malah
kebutuhan akan ASI jadi makin bertambah karena untuk makanannya

kan

di tambah dengan ASI .. so, jadi doble

kan

kebutuhan ASI-nya, ya untuk diminum dan juga untuk makanannya.

 

 

 

Baru
nyadar pas mulai masuk kantor, karena stok ASI tinggal 10 botol @ 120
ml dan 5 botol @ 200 ml… huaaaaaa… panic deh .. asli…. Jadi mulailah aku memperkencang jadwal memerah dan berharap bisa mengejar ketertinggalanku ini.

 

 

 

Berhasilkah …?

 

 

 

 

 

Mudahkah …?

 

 

 

 

 

 TIDAK !!!! 

 

 

 

karena
produksi ASI ku menurun sangat drastis, biasanya aku bisa sekali perah
memperoleh 120 ml, sekrang dengan susah payah paling Cuma dapat 80-90
ml… sedih banget ga sih ….

 

 

 

TAPI …

 

Ga boleh nyerah… ga boleh kalah…. Sekalian aku mau tunjukin kalau dengan NIAT , rintangan seperti ini akan bisa aku lalui dengan baik . insya Allah….

 

 

 

Programku sejak hari senin kemarin adalah :

 

  1. Perbaiki pola makan – banyak makan sayur dan buah
  2. Minum air putih yang banyak
  3. Persering memerah saat dikantor walau dengan waktu      yang singkat
  4. Memerah saat malam hari … harus Ikhlas, ga boleh      ngantuk
  5. Jangan mikir berapa banyak. Yang penting perah      seadanya …
  6. Berdoa, tersenyum dan jangan Sutris….
  7. Minta
    pijit punggung ama suami , karena katanya pijat punggung bisa
    memperlancar ASI … (padahal mah buat ngurangin pegel … sorry ya bang ….)
  8. Minta anak2 sediain perabotan memerah … dan menghibur      aku biar ga bete…

 

 

 

 

 

Hari ini dah berhasil ngumpulin 600 ml , mudah2an besok bisa semakin banyak dan aku bisa nabung lagi ….

 

 

 

Dukung aku yaaaaa…… because ASI is ALWAYS THE BEST  …….. dan HAK anak kita lohhhhh ….

Akhirnya satu urusan di tahun 2008 selesai juga.. Maisaan dah selesai di Sirkumsisi atas kemauannya sendiri (walau ada juga sih kepengenan ibunya ;)

   

Dah Janjian sama Dr.Apin sejak minggu lalu, dan akhirnya semua bisa terlaksana hari Minggu kemarin tanggal 30 Desember 2007 sebagai penutup tahun.

   

Hari
Jum’at sebelumnya aku dan bapaknya sengaja pergi tanpa anak2 buat
nyariin mobil2an remot-nya buat penenang dia saat disunat, sekalian
pulangnya jemput nini dan kai buat nginap di Bogor. Nyari mainan
rencananya mau di Asemka, Cuma karena ujan, dah yakin deh kalo jalan ke
arah kota bakal macet cet cet .. jadinya Cuma ke Ambasador aja krn
waktu yg ga panjang krn bapaknya kan kudu sholat jum’at.

 

Akhirnya
mainan dapet, 2 pasang, buat Bang Ican dan Mas Ghi (sang provokator) ..
langsung umpetin di belakang mobil, buat dikeluarin saat sunatan.
Tenang…. karena janji dah dipenuhi.

   

Hari
Sabtu kita ngajak Ican jalan2 .. bikin senang dulu deh, dan nanyain
lagi ttg keinginannnya di sunat, dan ya emang dia pengen dan yakin
dengan keputusannya, ya udah deh.. yakin kalo besok insya Allah semua
akan berjalan lancar. Ade2 udah datang dari Jakarta, dan rencana besok
mo bikin soto banjar aja deh buat kita2 supaya ada rame2 dan kumpul2
aja sih… toh emang ga ada rencana mo dirayain, yang penting keluarga
kita doang.

   

Minggu pagi jam 7.15 kita berangkat ke Markas Sehat, sampe sana peralatan dah siap, pertama2 sih konsul Fadhl dulu yang masih demam… Harus cek urine rutin dan kultur untuk mengeliminasi kemungkinan Silent ISK (mudah2an ga).

 

Setelah itu baru giliran Maisaan masuk dan menjalani proses sirkumsisi.
Proses pembedahan dibantu sama adiknya Dr.Apin (uppsss lupa namanya….
sorry). Setelah dicek ternyata emang Maisaan terkena phimosis jadi
memang indikasi untuk dilakukan sirkumsisi awal. Mo mulai dibius kita
ajak Ican berdoa dan bilang kalo dia mau di suntik dan agak sakit
sedikit, dia tau dan prepare buat sakitnya, nangis bentar , setelah itu
dia konsentrasi dengan mobil remotnya yang sengaja udah aku keluarin
buat mengalihkan konsentrasi dia. Proses kemudian berjalan dengan
tenang, sementara aku dan bapaknya sibuk bercerita dan ngajak Ican
ngobrol supaya dia ga berasa sakit.

 

Ternyata
rasa imun-nya cepet banget ilang, karena saat masih proses menjahit,
Maisaan dah berasa sakit dan mulai kesakitan… wuaahhhh aku mulai
panik deh, cuman terus ngasih kekuatan sama Ican dan ngajak terus dia
berdoa dan ngobrol.

 

Akhirnya
selesai juga proses itu, berjalan kira2 30-45 menitan deh…. setelah
itu nunggu dulu untuk mantau kemungkinan pendarahan. Alhamdulillah ga
ada pendarahan dan kita boleh pulang untuk kontrol lagi minggu depan.

 

Maisaan
emang jauuuhhh lebih tenang daripada Ghifari dulu saat di sunat, Ican
ga nangis2 dan ga teriak2, palingan dia ga mau jauh dari aku atau
bapaknya.. trus minta dikipasin terus , mungkin gatel kali ya…

 

Hari
ini udah hari ke 3 setalah di sunat, udah mulai kering dan ga ada
pendarahan , Cuma manjanya kumat lagi, dia ga pede buat jalan, padahal
aku yakin dia udah bisa jalan seperti biasa, Cuma karena rada nyeri
dikit, makanya dia masih segan buat jalan, palingan Cuma duduk dan
pindah posisi aja…

 

Yaaa satu tugasku udah selesai… semoga ican segera pulih dan bisa main2 dan lari2 lagi.

   

Makasih buat Dr.Apin dan suster di Markas Sehat yang sabar buat bantu kami…

Apa yang dimaksud dengan mengusap alas kaki saat wudhu ..?

Itu adalah pertanyaan teman2ku saat kami mengambil Wudhu untuk sholat.
‘Sesungguhnya aku menggunakan ‘khuf’ dan saat aku memakai khuf, aku
dalam keadaan suci sehingga sah-lah wudhu ku tanpa harus membasahi
kakiku tetapi cukup dengan mengusap atas khuf-ku.
Apaan sih ‘khuf’ itu ? Khuf itu adalah alas kaki, ya bisa sepatu atau kaos kaki.
Jika kita menggunakan kaos kaki masih dalam keadaan suci, maka atas kaki tersebut masih terdapat wudhu dan saat wudhu, maka tidak perlu bagian kaki tadi dibasahi, cukup dengan diusapkan bagian punggung kaki sampai depan tulang kering sebanyak satu kali usapan.

Berdasarkan hadits dari Al-Mughirah bin Syu’bah dia berkata,
“Pada suatu malam saya bepergian bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi
wa sallam. Maka saya tuangkan air untuk beliau dari sebuah bejana, lalu
beliau membasuh muka dan kedua tangan, lalu mengusap kepalanya.
Kemudian saya membungkuk untuk melepas kedua khuf (sepatu, kaos kaki)
beliau, namun beliau terus bersabda.

“Artinya : Biarkan, karena saya memakai keduanya dalam keadaan suci”
Lalu beliau pun mengusapnya” [Hadits Riwayat Bukhari no. 199, 5353 dan
Muslim no. 408,409]

Dan berdasarkan hadits dari Jarir. Suatu ketika Jarir bin Abdullah
buang air kecil, kemudian berwudhu dan mengusap kedua khuf (kaos kaki,
sepatu)nya kemudian beliau ditanya, “Anda melakukan ini ?” Beliau
berkata, “Ya memang, karena saya telah melihat Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wa sallam buang air kecil lalu berwudhu dan kemudian mengusap
kedua khufnya”. Hadits ini Muttafaq ‘alaih.

Demikian pula untuk kerudung bagi kaum wanita, untuknya tidak perlu membasahinya lagi, jika atasnya masih dalam keadaan suci, dan cukuplah baginya dengan diusap bagian atasnya.
Hal ini berdasarkan hadits riwayat dari Amru bin Umayyah Adh-Dhamiri.
“Artinya : Aku telah melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
mengusap sorbannya dan kedua khufnya” [Hadits Riwayat Ahmad no. 21443,
Bukhari no. 198 dan Ibnu Majah no. 555]

Dan dari Bilal Radhiyallahu ‘anhu berkata.
“Artinya : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengusap
kedua khuf dan sorbannya” Al-Jama’h kecuali Bukhari dan Abu Dawud [1]

Dan dalam riwayat Ahmad disebutkan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda.
“Artinya : Usaplah kedua khuf dan sorban kalian” [Hadits Riwayat Ahmad no. 22767]

Syarat-syarat mengusap khuf dan kaos kaki adalah.
[a]. Khuf dan kaos kaki tersebut benar-benar menutupi permukaan kulit
[b]. Khuf dan kaos kaki tersebut dipakai dalam keadaan suci (sudah berwudhu)
[c]. Khuf dan kaos kaki tersebut dipakai selama sehari semalam bagi orang yang mukim
[d]. Sedangkan bagi musafir, selama tiga hari tiga malam, tehitung dari hadats pertama setelah memakai kaos kaki tersebut.

Begitulah penjelasan mengenai alas kaki ini, Sesungguhnya Islam mengajarkan kemudahan bagi umatNYA…

disadur dan dirangkum dari http://www.almanhaj,or.id

Tradisi Maaf2an

Kayaknya di Indonesia ini banyak banget tradisi yang dilakukan sehubungan dengan saat Ramadhan maupun menjelang Idul Fitri. Salah satunya mungkin adalah maaf-maafan atau salam2an menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Ada yang bersalaman langsung, via sms, via E-mail dan bermacam sarana lain yang tujuannya adalah meminta maaf sebelum menjalankan ibadah puasa…

Anehkah hal itu…. ? Dalam hati kecilku sih mengatakan ya, aneh… kenapa ???
Ya kenapa mesti menunggu saat Ramadhan dan Idul fitri kita baru bermaaf-maafan… Bukankan seorang muslim harus selalu memaafkan dan meminta maaf disaat dia melakukan kesalahan baik yang disengaja ataupun tidak…? Ya kalau sekarang kamu ga sengaja nginjak kaki teman.. kan artinya kamu saat ini juga kudu minta maaf kan… masa harus nunggu ramadhan / idul fitri dulu sih buat minta maaf? …
dan lucunya lagi, terkadang kegiatan maaf-maafan menjelang ramadhan ini bersifat semu.. artinya saat ini kamu meminta maaf, eh 2 hari kemudian kamu tanpa sadar(atau sadar) telah menyakiti hati orang lain dengan ucapan atau perbuatan.. dan tidaklah terucap maaf itu… jadi untuk apa kemarin mengucap maaf bila tidak disertai niat tulus dan perubahan sikap ??

Dan yang jelas adalah bahwa Rasulullah sallallahu’alaihi wassallam tidak pernah melakukan hal ini dan tidak pernah mencontohkannya. Bukankah Nabi Muhammad Sallallahu’alaihu wassalam adalah manusia yang sempurna, yang telah memberikan seluruh yang telah diamanatkan kepadanya untuk disebarkan kepada umatNYA..
Jadi mengapa kita harus melakukan suatu hal yang tidak pernah dilakukan oleh  Nabi?

Memang , kegiatan maaf memaafkan ini  memang baik, tapi hendaknya DILAKUKAN TIDAK
SAJA MENJELANG RAMADHAN, namun (jika perlu) dilakukan tiap hari setelah
sebelumnya melakukan muhasabah. Tidak perlu menunda hal yang seharusnya dapat dilakukan saat itu kan….

Aku
sendiri jelas mempunyai banyak kesalahan, terlebih lagi karena kita
semua bukanlah Nabi yang terjaga dari kesalahan. Namun sampai saat ini  memang  TIDAK PERNAH DITEMUKAN hadits ataupun contoh
Nabi, bahkan ijtihad para ulama, yg menyatakan/mencontohkan
sikap/tindakan saling memaafkan menjelang Ramadhan ini.

Hal lainnya adalah tradisi maaf-maaf-an saat lebaran (idul fitri) , tidak ditemukan satupun Hadist mengenai kebiasaan tsb.

Contoh yang diberikan Rasululloh SAW , pada saat Lebaran tiba,
beliau mengucapkan,”taqabbalallahu minaa wa minka”, yang maknanya,
“Semoga Allah SWT menerima amal kami dan amal Anda.” Hanya saja, hadits
ini dianggap dhaif oleh ulama Al Baihaqi.

Adapun di masyarakat
kita, sudah terjadi salah kaprah. Ucapan yg senantiasa terlontar adalah
“Minal ‘Aidzin wal Faidzin”, yg diteruskan dg “Mohon Maaf Lahir Batin”.
Padahal, ucapan lengkapnya adalah “Ja’alanallahu Wa Iyyakum Minal
‘Aidin Wal Faidzin”, yg artinya “Semoga ALLOH SWT menjadikan kami dan
anda sebagai orang-orang yang kembali dan beruntung (menang)”.

Padahal
sebenarnya ucapan tersebut hanyalah KEBIASAAN di masyarakat. Selain
itu, ucapan tersebut lebih layak diberikan kepada orang2 yg memang
telah berhasil menjalani ibadah Ramadhan dg ibadah yg benar serta
berbekas di bulan2 selanjutnya.

Sayangnya, kesalahkaprahan ini
sudah sedemikian merasuk. Orang2 yg puasa Ramadhannya masih ‘bolong2′,
kemudian tetap mengeluh saat Ramadhan tiba (sehingga hatinya tidak ikut
berpuasa dg baik) ikut diucapi kalimat ini.

 

Ucapan Lebaran memang  tidak termasuk kepada ritual/ibadah.
Tidak dicontohkan oleh Rasululloh SAW, bukan berarti ucapan Minal
‘Aidzin ini lantas dilarang dan bukan berarti ‘mengharamkan’,  Hanya saja ingin meluruskan dan memberitahukan
kenyataan dibalik tradisi tersebut.
Biar bagaimanapun ucapan2 di SMS, di Email, di kartu lebaran kan adalah termasuk doa, ya semoga doa yang diberikan kepadaku Ikhlas adanya .

Hanya sekedar curhatan yang dah lama terpendam….

Jadi temen2 yang ga dibales sms maafnya saat sebelum Ramadhan dan menjelang Idul Fitri… bukan bermaksud apa2 .. tapi semua kesalahan yang pernah kalian perbuat pada aku, insya Allah telah aku maafkan , jadi tenang aja … irit2in aja deh pulsa HP nya… ;))

Mohon maaf bagi yang ga berkenan… cuma curhatan orang yang lagi belajar kebenaran….

(diilhami dari tulisan http://tausyiah275.blogsome.com/2007/09/12/
bermaaf-maafan-menjelang-ramadhan-dan-saat-lebaran/

Mungkin secara garis besar, semua umat muslim dah ngerti dan paham mengenai hal2 yang bisa membatalkan puasa, saya hanya sekedar mengingatkan diri saya mengenai hal tsb :

1 & 2 . Makan dan minum dengan sengaja :
            Jika seseorang yang berpuasa makan atau minum disebabkan lupa, maka ia tidak wajib mengqadha dan tidak pula membayar kaffarat .
Dari Abu Hurairah radhiyallaahu’anhu, Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,"barangkali lupa bahwa dirinya sedang puasa kemudian ia makan dan minum, maka hendaklah ia menyempurnakan puasanya. Karena sesungguhnya Allah hanya ingin memberinya makan dan minum "

3. Muntah dengan sengaja.
    Jika memang benar2 muntah (dengan tidak sengaja), maka ia tidak wajib mengqadha dan tidak pula terkena kaffarat.
Dari Abu Hurairah radhiyallaahu’anhu, Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa muntah , maka ia tidak wajib mengqadha’. Akan tetapi barangsiapa muntah dengan sengaja, maka ia wajib mengqadha’"

4&5 . Datang bulan (Haidh) dan Nifas
        Sekalipun hal itu (Haidh dan Nifas) terjadi beberapa menit menjelang malam (waktu berbuka). Hal ini telah menjadi kesepakatan diantara para ulama.

6. Bersetubuh (Jima’)
    Maka pelakunya wajib membayar kaffarat sebagaimana yang disebutkan hadist sbb:
Dari Abu Hurairah radhiyallaahu’anhu, ia berkata "tatkala kami sedang duduk duduk di sekitar Rasullullah shallallahu’alaihi wa sallam , datanglah seorang laki2. Dia lalu berkata,’wahai Rasulullah, celakalah saya.’ Beliau bertanya,’Ada apa denganmu?’ Dia menjawab,’Saya telah menyetubuhi (berjima’) dengan istri saya, padahal saya sedang berpuasa.’ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam pun bersabda,’Apakah engkau memiliki seorang budak yang dapat engkau bebaskan?’ Dia berkata,’Tidak.’ Beliau bertanya lagi,’Apakah engkau mampu berpuasa selama dua bulan berturut-turut?’ Dia menjawab,’Tidak’. Nabi shallallahu’alaihi wa sallam lantas diam sejenak. Pada saat itu juga , Nabi shallallahu’alaihi wa sallam dibawakan sekerankang berisi kurma. Beliau bertanya,’Mana yang bertanya tadi?’ Dia menjawab, ‘Saya.’ Beliau berkata,’Ambillah (sekeranjang kurma) ini dan bersedekahlah dengannya.’ Laki-laki tadi berkata,’Apakah kepada orang yang lebih miskin daripada saya, wahai Rasulullah? Demi Allah, tidak ada keluarga di daerah ini yang lebih miskin daripada keluarga saya.’ Nabi shallallahu’alaihi wa sallam pun tertawa hingga gigi geraham beliau terlihat. Lantas beliau bersabda,’Berikanlah (kurma ini) pada keluargamu.’"

Sumber : Sifat puasa Nabi

Rukun Puasa

Alhamdulillah, puasa sudah berlangsung beberapa  hari ini. Sekedar mengingatkan, bahwa rukun puasa itu ada 2:

1. Berniat.
Dasarnya adalah firman Allah Ta’ala :

"Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya beribadah kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNYA dalam (menjalankan) agama yang lurus (QS.Al-Bayyinah : 5)

Juga sabda Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wassallam

"Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung pada niatnya. Dan tidaklah seseorang mendapatkan melainkan apa yang diniatkannya"

Niat berpuasa Ramadhan haruslah dilakukan sebelum fajar pada setiap malamnya.

Berdasarkan hadist Hafshah, dia berkata, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wassallam bersabda :

"Barangsiapa yang tidak meniatkan puasa (di bulan Ramadhan) sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya" (shahih)

2. Menahan
diri dari makan dan minum, bersetubuh serta segala perbuatan yang
membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

Allah Ta’ala berfirman ,
"… Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu dan makan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam hingga fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam …" (QS.Al-Baqarah:187)

Semoga puasa kita kali ini lebih baik dari yang lalu….

sumber :
Sifat Puasa Nabi : DE. Abdul ‘Azham bin Badawi al-Khalafi

Older Posts »