Doa untuk negeri tercinta
May 29, 2006 by eve-d-angela
Wahai
Yang Maha Lembut pengasihnya, perkenankan kami, menengadah menjemput cahaya
keagungan Mu, meski Engkau tau betapa legamnya jiwa-jiwa ini.
Subhanaka
Ya Allah, kami tahu betapa hati-hati ini telah ditumbuhi banyak ilalang tinggi
bahkan berduri. Kami teramat sering melupakan Engkau dan mencintai dunia. Kami
sembah kesenangan, kami agungkan kekayaan. Kami lupa berbagi. Kami lupa
memberi.
Yang Maha
Asih dan Sayang, perkenankan kami kembali belajar. Belajar saling mencinta.
Belajar menelagakan kembali gemericik ukhuwah di antara kami.
Sahabat,
bersyukurlah, kita masih diizinkan Sang Pencipta, untuk memasuki pagi dan
petang. Bersyukurlah jika kita masih diperkenankan melihat mentari tahun baru.
Bersyukur masih ada porsi usia. Itu berarti bahwa kita masih diberi jeda untuk
bertaubat dan berbuat yang terbaik. Jangan pernah menyia-nyiakannya.
Sahabat,
renungkan petikan email yang saya terima kemarin siang. Penulisnya
menganalogikan dosa sebagai pohon berduri :
"Di
dalam hati kita pohon berduri itu tumbuh saat kita melakukan keburukan kepada
Tuhan, diri dan sesama. Jangan menunggu waktu, karena tiap detik adalah
kesempatan mengakarkan, mengokohkan pohon itu di sekujur tubuhmu. Ambillah
kapak imanmu segera sebelum terlambat untuk menumbangkannya. Penundaan hanyalah
melahirkan ketakberdayaan. Kelak saat kapak imanmu tidak lagi tajam, tubuhmu
pun sudah kehilangan kekuatan. Belantara pohon berduri itu bahkan kelak menusuk
mata, telinga dan hatimu. Sebelum telingamu bernanah oleh cemoohan, matamu
menangis oleh kedukaan tak berujung, dan hatimu berdarah oleh himpitan derita
dan adzab, tebaslah pohon berduri itu. Janganlah berani melawan waktu, karena
waktu selalu menertawakan keringkihanmu."
Allah,
perkenankan kami pulang, kami ingin menebas pohon berduri itu.
***
Mari hantar
sepenuh doa untuk semua saudara kita yang terkena bencana. Semoga Allah
menerima semua yang pergi menghadap-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan
diberikan keikhlasan dan kesabaran. Semoga setiap kita diberikan kemampuan
untuk mengambil pelajaran dari bencana kemarin.
(dikutip dari artikel eramuslim.com)