SI KAYA, SI MISKIN
November 27, 2006 by eve-d-angela
SI KAYA, SI MISKIN
Suatu kali seorang ayah dari keluarga yang sangat kaya mengajak
puteranya berjalan-jalan ke luar kota. Dia ingin menunjukkan padanya
betapa mungkinnya kemiskinan menimpa sekelompok orang. Mereka tinggal
beberapa hari dalam sebuah peternakan milik keluarga yang sangat
miskin. Saat mereka pulang kembali ke rumah, sang ayah bertanya kepada
puteranya :
“Bagaimana perjalanan kita barusan?”
“Menyenangkan, Ayah.”
“Dapatkah kamu melihat betapa orang bisa menjadi miskin?”
“oh, ya.”
“Jadi, apa yang kamu peroleh dari perjalanan itu?”
Sang anak menjawab : “Aku menyadari bahwa kita memiliki seekor
anj!#*, dan mereka mempunyai empat ekor. Kita memiliki sebuah kolam
yang panjangnya sampai ke tengah lapangan, dan mereka mempunyai sebuah
sungai kecil tanpa ujung. Pada malam hari kita memasang lampu buatan,
dan mereka mengandalkan bintang-bintang.
Kita membeli makanan kita, tapi mereka menanamnya sendiri. Kita
dilindungi oleh tembok sekeliling kita untuk melindungi kita, tapi
mereka memiliki teman-teman untuk menjaga mereka.
Kemudian dia menambahkan : “Terima kasih Ayah, karena kau telah menunjukkan padaku betapa miskinnya kita!”
Betapa sering kita lupa apa yang kita miliki dan memusatkan pikiran
pada apa yang tidak kita miliki. Sesuatu yang tak berharga bagi
seseorang bisa jadi merupakan idaman orang lain. Segalanya bergantung
pada cara pandang kita.
Dapatkah kau bayangkan apa yang akan terjadi bila kita memilih
untuk mengucap syukur pada Allah akan segala kelimpahan yang telah Dia
sediakan daripada kuatir dan mengharap lebih banyak lagi?