Pernahkah anda ….
April 18, 2007 by eve-d-angela
Pernahkah anda menatap orang-orang
terdekat anda saat ia sedang tidur?
Kalau belum, cobalah sekali saja
menatap
mereka saat sedang tidur.
Saat itu yang
tampak adalah
ekspresi paling wajar dan
paling jujur dari seseorang.
Seorang artis yang ketika di panggung
begitu cantik
dan gemerlap pun bisa jadi
akan tampak polos
dan jauh berbeda jika
ia sedang tidur.
Orang paling kejam di
dunia pun
jika ia sudah tidur tak akan
tampak wajah bengisnya.
Perhatikanlah ayah anda saat beliau
sedang tidur.
Sadarilah, betapa badan
yang dulu kekar
dan gagah itu kini
semakin tua dan ringkih,
betapa
rambut-rambut putih mulai menghiasi
kepalanya,
betapa kerut merut mulai
terpahat di wajahnya.
Orang inilah yang
tiap hari bekerja keras
untuk
kesejahteraan kita, anak-anaknya.
Orang inilah, rela melakukan apa saja
asal perut kita kenyang dan pendidikan
kita lancar.
Sekarang, beralihlah. Lihatlah ibu anda.
Hmm…kulitnya mulai keriput dan tangan
yang dulu halus membelai- belai tubuh
bayi kita itu
kini kasar karena tempaan
hidup yang keras.
Orang inilah yang tiap
hari mengurus kebutuhan kita.
Orang inilah yang paling rajin
mengingatkan
dan mengomeli kita
semata-mata
karena rasa kasih dan
sayang, dan sayangnya,
itu sering kita
salah artikan.
Cobalah menatap wajah orang-orang
tercinta itu…
Ayah, Ibu, Suami, Istri,
Kakak, Adik, Anak, Sahabat,
Semuanya…
Rasakanlah sensasi yang timbul
sesudahnya.
Rasakanlah energi cinta yang
mengalir pelan-pelan
saat menatap wajah
lugu yang terlelap itu.
Rasakanlah getaran cinta yang mengalir
deras
ketika mengingat betapa banyaknya
pengorbanan
yang telah dilakukan
orang-orang itu
untuk kebahagiaan anda.
Pengorbanan yang kadang tertutupi oleh
kesalahpahaman kecil yang entah kenapa
selau saja nampak besar.
Secara ajaib Tuhan mengatur agar
pengorbanan itu
bisa tampak lagi melalui
wajah-wajah jujur mereka saat sedang
tidur.
Pengorbanan yang kadang melelahkan
namun enggan mereka ungkapkan.
Dan ekspresi wajah ketika tidur pun
mengungkap segalanya.
Tanpa kata, tanpa suara dia berkata…
"betapa lelahnya aku hari ini".
Dan penyebab lelah itu? Untuk siapa dia
berlelah-lelah?
Tak lain adalah kita.
Suami yang bekerja keras mencari nafkah,
istri yang bekerja keras mengurus dan
mendidik anak,
juga rumah. Kakak, adik,
anak,
dan sahabat yang telah melewatkan
hari-hari suka dan duka bersama kita.
Resapilah kenangan-kenangan manis dan
pahit
yang pernah terjadi dengan menatap
wajah-wajah mereka.
Rasakanlah betapa
kebahagiaan dan keharuan
seketika
membuncah jika mengingat itu semua.
Bayangkanlah apa yang akan terjadi
jika
esok hari mereka "orang-orang terkasih
itu"
tak lagi membuka matanya, selamanya …
Sumber : Unknown