Here is my fourth child
June 26, 2007 by eve-d-angela
Here is my fourth child
Akhirnya setelah lewat 3 hari dari hari perkiraan kelahiran yang seharusnya tanggal 22 Juni 2007, hari Senin kemarin tgl 25 Juni 2007, anakku dapat menghirup udara bebas dunia . Usai sudah penantian dan segala kekhawatiranku akan kondisi baby dalam perutku, secara pada saat terakhir control ada sedikit kendala dan sedikit kecemasan dari dokter. Namun semua kecemasan itu dapat berakhir dengan bahagia dan babak baru segera dimulai bagiku dan bagi my baby untuk mengarungi dunia yg baru.
Hari senin tgl 25 Juni 2007, pagi2 aku langsung ke RS berdasarkan rujukan dokter untuk melihat kondisi jantung baby melalui CTG. Jam 9.00 aku dah sampai dan langsung naik ke lt.3 RSAB Harkit dan melakukan CTG, hasil nya ternyata kurang baik dan menunjukkan tidak ada aktivitas baby walau detak jantung nya ada. Dokter langsung datang dan melakukan periksa dalam, dan ternyata kondisi rahimku sudah ada pembukaan 2 cm. Untuk itu aku disarankan untuk langsung stand bye dan dilakukan induksi untuk merangsang mules dan memulai persalinan. Saat itu ada sedikit kekhawatiran dan aku sempat menanyakan apakah ada resiko yg tinggi dari hasil CTG tsb dan apakah induksi akan bisa membantu, mengingat kondisi terakhir USG, ternyata tali pusat baby melintir, dan aku takut asupan oksigen semakin menipis. Terus terang aku takut kalau ternyata induksi bisa memicu lemahnya baby dan aku jg ga mau kalau ternyata nanti setelah induksi dan ga ada hasil ternyata aku harus operasi juga, ya takut aja, dah mules eh ternyata kudu operasi juga. Namun keterangan dokter bisa membuatku tenang krn dokter akan mengatur induksi sambil memantau perkembangan baby melalui CTG berkala, dan bila ternyata kondisi baby masih lemah, akan langsung distop dan dilakukan tindakan selanjutnya. Yaaaa aku agak tenang dan aku hanya bisa berdoa semoga Allah akan selalu melindungi ku dan tetap menjaga ku dan bayiku, aku yakin itu, dan aku pun mengikuti tindakan yg akan dilakukan dokter.
Pkl.11.00 infus mulai dipasang dan tetesan masih dipasang rendah untuk memantau perkembangan. Sampai dengan pkl 13.30 sudah berasa mules walau sedikit, dan hasil CTG ternyata bagus, dan kondisi baby kuat sehingga induksi dilanjutkan dan tetesan di pertinggi. Pkl.14.00 pembukaan masih tetap 2 walau jarak mules mulai rapat, namun rasa mules yg aku rasakan sih masih biasa aja, Cuma berasa sedikit kenceng aja. Aku jg msh bisa bolak balik kamar mandi dan ngobrol2 sama mamah dan abang yg setia nemenin aku.
Pkl.16.30 pembukaan meningkat menjadi 6-7 cm, dan suster yg sabar nemenin aku mulai telepon dokter, menurut suster, biasanya untuk kelahiran ke 4 proses lanjutannya akan cepat krn kondisi tulang panggul ku sudah lunak dan bila air ketuban dah pecah pasti baby langsung bisa keluar.
Rasa mules yg aku rasakan msh bisa kutahan krn belum begitu sakit walau jaraknya sudah rapat sekali dan aku juga masih menunggu dokter. Sampai pukul 18.30 pembukaan Cuma naik menjadi 7-8 cm dan aku mulai kesakitan. Aku hanya bisa berzikir dan mencoba mengalihkan rasa sakitnya dengan teknik pernapasan dan relaksasi yg biasa aku lakukan. Aku alihkan pikirkanku pada wajah anak2ku, saat putri menjadi gadis manja yg memeluk dan menciumku, saat melihat Ghifari yg lagi ngambek seraya memonyongkan mulutnya dan gayanya yg sok angkuh, juga saat membayangkan Maisaan yg joget dan berpura2 menjadi bayi lagi… ya… kenangan akan tingkah laku mereka sangat membantu aku menenangkan dan mengurangi rasa mules yg semakin dahsyat. Serasa mulutku tak lepas berucap memanggil namaNYA, memohon kekuatan dan kesabaran dari NYA, dan meyakinkan diriku bahwa Allah selalu bersamaku dan mencintai umatNYA.
Pkl. 19.10 dokter datang dan langsung memecah ketubanku dan saat cairan hangat itu keluar , aku mules yg teramat sangat dan keinganan mengedan, dengan mengatur pikiranku, aku alihkan rasa sakit itu, ya… aku tidak boleh nutup mata, ga boleh tereak, tangan memeluk lutut, badan mengangkat, ga boleh nutup mulut, berzikir, mengingat anak2 dan mendengar intruksi abang dan dokter yg memberi semangat dan meyakinkan aku. Namun sebelum semua itu membuat pola dalam pikiranku , keluarlah my baby boy dengan cepat dan tangis kencangnya mengiringi teriakanku menyebut nama Allah…. Subhanallah, Allahuakbar…… terimakasih Allah , tlah kau beri aku kekuatan yg teramat besar untuk mengemban titipanMU. Tangisannya mengembalikan kembali segenap kekuatanku. Mataku tak lepas dari nya, saat dia dibawa suster untuk dibersihkan dan aku tak mempedulikan dokter yg masih sibuk ngurusin badanku.
Setelah bayi di bersihkan akhirnya aku bisa memeluknya dan menciumnya sambil aku berikan susuku padanya. Ajaib memang, dia langsung mencari putingku dan mulai mencoba mengisapnya. Aku minta agak waktu agak lama untuk bercengkrama dengan nya, namun suster dah langsung ngambil dia buat di bawa ke ruang bayi. Aku ga kuasa mencegahnya dan aku pasrah melihat dia di bawa oleh suster dan keluargaku ke ruang bayi untuk dilakukan tindakan selanjutnya. Hmmmm… praktek tidak semudah teorinya, keinginanku untuk Early latch on kurang tercapai dan aku kurang puas dengan hal ini. Namun ya sudahlah, akupun tak kuasa berargumen disaar kondisi ku pun belum stabil dan dokter masih mengkhawatirkan adanya kemungkinan pendarahan padaku.
Hanya butuh 10 menit proses menjahit dan membereskan tubuhku, walau masih harus dipantau selama 2 jam untuk melihat kondisi rahimku.
Yaaaa… akhirnya selesai sudah, aku sudah tenang, aku bisa melahirkan anakku dengan selamat. Allah telah mengabulkan seluruh doaku dan memberikan anugrah dan rizki terindah bagiku. Mengemban titipanNYA bersama ke 3 anak2ku lainnya, memulai langkah baru untuk menuntuk mereka menuju jalan NYA dan menjadikan mereka anak2 yg sholeh dan shalehah serta memberi bekal kepada mereka untuk menjalani kehidupan menurut jalan agamis.
Next on my blog ….
Behind the scene of my birth process….
Jangan ampe ketinggalan ya… dijamin seruuuuuuuuu … (huaaa pede abis)