6 Hal yg membatalkan puasa
September 18, 2007 by eve-d-angela
Mungkin secara garis besar, semua umat muslim dah ngerti dan paham mengenai hal2 yang bisa membatalkan puasa, saya hanya sekedar mengingatkan diri saya mengenai hal tsb :
1 & 2 . Makan dan minum dengan sengaja :
Jika seseorang yang berpuasa makan atau minum disebabkan lupa, maka ia tidak wajib mengqadha dan tidak pula membayar kaffarat .
Dari Abu Hurairah radhiyallaahu’anhu, Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,"barangkali lupa bahwa dirinya sedang puasa kemudian ia makan dan minum, maka hendaklah ia menyempurnakan puasanya. Karena sesungguhnya Allah hanya ingin memberinya makan dan minum "
3. Muntah dengan sengaja.
Jika memang benar2 muntah (dengan tidak sengaja), maka ia tidak wajib mengqadha dan tidak pula terkena kaffarat.
Dari Abu Hurairah radhiyallaahu’anhu, Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa muntah , maka ia tidak wajib mengqadha’. Akan tetapi barangsiapa muntah dengan sengaja, maka ia wajib mengqadha’"
4&5 . Datang bulan (Haidh) dan Nifas
Sekalipun hal itu (Haidh dan Nifas) terjadi beberapa menit menjelang malam (waktu berbuka). Hal ini telah menjadi kesepakatan diantara para ulama.
6. Bersetubuh (Jima’)
Maka pelakunya wajib membayar kaffarat sebagaimana yang disebutkan hadist sbb:
Dari Abu Hurairah radhiyallaahu’anhu, ia berkata "tatkala kami sedang duduk duduk di sekitar Rasullullah shallallahu’alaihi wa sallam , datanglah seorang laki2. Dia lalu berkata,’wahai Rasulullah, celakalah saya.’ Beliau bertanya,’Ada apa denganmu?’ Dia menjawab,’Saya telah menyetubuhi (berjima’) dengan istri saya, padahal saya sedang berpuasa.’ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam pun bersabda,’Apakah engkau memiliki seorang budak yang dapat engkau bebaskan?’ Dia berkata,’Tidak.’ Beliau bertanya lagi,’Apakah engkau mampu berpuasa selama dua bulan berturut-turut?’ Dia menjawab,’Tidak’. Nabi shallallahu’alaihi wa sallam lantas diam sejenak. Pada saat itu juga , Nabi shallallahu’alaihi wa sallam dibawakan sekerankang berisi kurma. Beliau bertanya,’Mana yang bertanya tadi?’ Dia menjawab, ‘Saya.’ Beliau berkata,’Ambillah (sekeranjang kurma) ini dan bersedekahlah dengannya.’ Laki-laki tadi berkata,’Apakah kepada orang yang lebih miskin daripada saya, wahai Rasulullah? Demi Allah, tidak ada keluarga di daerah ini yang lebih miskin daripada keluarga saya.’ Nabi shallallahu’alaihi wa sallam pun tertawa hingga gigi geraham beliau terlihat. Lantas beliau bersabda,’Berikanlah (kurma ini) pada keluargamu.’"
Sumber : Sifat puasa Nabi