Tradisi Maaf2an
September 19, 2007 by eve-d-angela
Kayaknya di Indonesia ini banyak banget tradisi yang dilakukan sehubungan dengan saat Ramadhan maupun menjelang Idul Fitri. Salah satunya mungkin adalah maaf-maafan atau salam2an menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Ada yang bersalaman langsung, via sms, via E-mail dan bermacam sarana lain yang tujuannya adalah meminta maaf sebelum menjalankan ibadah puasa…
Anehkah hal itu…. ? Dalam hati kecilku sih mengatakan ya, aneh… kenapa ???
Ya kenapa mesti menunggu saat Ramadhan dan Idul fitri kita baru bermaaf-maafan… Bukankan seorang muslim harus selalu memaafkan dan meminta maaf disaat dia melakukan kesalahan baik yang disengaja ataupun tidak…? Ya kalau sekarang kamu ga sengaja nginjak kaki teman.. kan artinya kamu saat ini juga kudu minta maaf kan… masa harus nunggu ramadhan / idul fitri dulu sih buat minta maaf? …
dan lucunya lagi, terkadang kegiatan maaf-maafan menjelang ramadhan ini bersifat semu.. artinya saat ini kamu meminta maaf, eh 2 hari kemudian kamu tanpa sadar(atau sadar) telah menyakiti hati orang lain dengan ucapan atau perbuatan.. dan tidaklah terucap maaf itu… jadi untuk apa kemarin mengucap maaf bila tidak disertai niat tulus dan perubahan sikap ??
Dan yang jelas adalah bahwa Rasulullah sallallahu’alaihi wassallam tidak pernah melakukan hal ini dan tidak pernah mencontohkannya. Bukankah Nabi Muhammad Sallallahu’alaihu wassalam adalah manusia yang sempurna, yang telah memberikan seluruh yang telah diamanatkan kepadanya untuk disebarkan kepada umatNYA..
Jadi mengapa kita harus melakukan suatu hal yang tidak pernah dilakukan oleh Nabi?
Memang , kegiatan maaf memaafkan ini memang baik, tapi hendaknya DILAKUKAN TIDAK
SAJA MENJELANG RAMADHAN, namun (jika perlu) dilakukan tiap hari setelah
sebelumnya melakukan muhasabah. Tidak perlu menunda hal yang seharusnya dapat dilakukan saat itu kan….
Aku
sendiri jelas mempunyai banyak kesalahan, terlebih lagi karena kita
semua bukanlah Nabi yang terjaga dari kesalahan. Namun sampai saat ini memang TIDAK PERNAH DITEMUKAN hadits ataupun contoh
Nabi, bahkan ijtihad para ulama, yg menyatakan/mencontohkan
sikap/tindakan saling memaafkan menjelang Ramadhan ini.
Hal lainnya adalah tradisi maaf-maaf-an saat lebaran (idul fitri) , tidak ditemukan satupun Hadist mengenai kebiasaan tsb.
Contoh yang diberikan Rasululloh SAW , pada saat Lebaran tiba,
beliau mengucapkan,”taqabbalallahu minaa wa minka”, yang maknanya,
“Semoga Allah SWT menerima amal kami dan amal Anda.” Hanya saja, hadits
ini dianggap dhaif oleh ulama Al Baihaqi.
Adapun di masyarakat
kita, sudah terjadi salah kaprah. Ucapan yg senantiasa terlontar adalah
“Minal ‘Aidzin wal Faidzin”, yg diteruskan dg “Mohon Maaf Lahir Batin”.
Padahal, ucapan lengkapnya adalah “Ja’alanallahu Wa Iyyakum Minal
‘Aidin Wal Faidzin”, yg artinya “Semoga ALLOH SWT menjadikan kami dan
anda sebagai orang-orang yang kembali dan beruntung (menang)”.
Padahal
sebenarnya ucapan tersebut hanyalah KEBIASAAN di masyarakat. Selain
itu, ucapan tersebut lebih layak diberikan kepada orang2 yg memang
telah berhasil menjalani ibadah Ramadhan dg ibadah yg benar serta
berbekas di bulan2 selanjutnya.
Sayangnya, kesalahkaprahan ini
sudah sedemikian merasuk. Orang2 yg puasa Ramadhannya masih ‘bolong2′,
kemudian tetap mengeluh saat Ramadhan tiba (sehingga hatinya tidak ikut
berpuasa dg baik) ikut diucapi kalimat ini.
Ucapan Lebaran memang tidak termasuk kepada ritual/ibadah.
Tidak dicontohkan oleh Rasululloh SAW, bukan berarti ucapan Minal
‘Aidzin ini lantas dilarang dan bukan berarti ‘mengharamkan’, Hanya saja ingin meluruskan dan memberitahukan
kenyataan dibalik tradisi tersebut.
Biar bagaimanapun ucapan2 di SMS, di Email, di kartu lebaran kan adalah termasuk doa, ya semoga doa yang diberikan kepadaku Ikhlas adanya .
Hanya sekedar curhatan yang dah lama terpendam….
Jadi temen2 yang ga dibales sms maafnya saat sebelum Ramadhan dan menjelang Idul Fitri… bukan bermaksud apa2 .. tapi semua kesalahan yang pernah kalian perbuat pada aku, insya Allah telah aku maafkan , jadi tenang aja … irit2in aja deh pulsa HP nya… ;))
Mohon maaf bagi yang ga berkenan… cuma curhatan orang yang lagi belajar kebenaran….
(diilhami dari tulisan http://tausyiah275.blogsome.com/2007/09/12/
bermaaf-maafan-menjelang-ramadhan-dan-saat-lebaran/